|

Festival Pendidikan Kisar 2018 Menguatkan Peran Guru Orang Tua dan Anak (Part 1)

Festival Pendidikan Kisar kembali diselenggarakan di Pulau Kisar pada tahun 2018, diinisiasi oleh Angkatan Muda Kisar yang tergabung dalam Gerakan Kisar Cerdas, bekerja sama dengan Heka Leka, Indonesia Mengajar, dan berbagai lembaga lainnya. Festival ini bertujuan untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan di Pulau Kisar melalui serangkaian kegiatan yang melibatkan pendidik, orang tua, dan anak-anak.

Salah satu rangkaian acara penting adalah Kelas Workshop yang dimulai pada 24 Oktober 2018. Kelas perdana dibawakan oleh Ibu Ifa Misbach dan dihadiri oleh para kepala sekolah TK, SD, SMP, dan SMA di Pulau Kisar. Dalam sesi ini, para kepala sekolah berbagi pengalaman dan tantangan dalam mengelola guru dan menghadapi beragam karakter siswa. Diskusi berfokus pada pentingnya mengenali dan mengelola emosi guru untuk mencegah tindakan kekerasan dan menciptakan lingkungan belajar yang tenang. Sesi ini juga membahas kebutuhan tahap perkembangan anak sekolah, dengan harapan guru dapat menerapkan disiplin positif yang sesuai.

Kegiatan lain yang inspiratif adalah kelas “Mari Mengajar Kreatif” yang mempertemukan Kakak Agustina Putirulan dengan 54 guru TK, PAUD, dan SMTPI. Kelas ini mengajak para guru untuk berpikir di luar kebiasaan dan memanfaatkan potensi alam sekitar sebagai alat peraga pembelajaran. Dengan contoh sederhana mengubah pena menjadi berbagai benda, para guru didorong untuk meyakini potensi kreatif dalam diri mereka. Peserta workshop kemudian diajak mencari bahan alam sesuai tema dan mempresentasikannya melalui mendongeng dan yel-yel kelompok, menumbuhkan semangat “Maluku Cerdas.”

Festival ini juga menghadirkan Festival Seni pada Sabtu, 27 Oktober 2018, di Aula SDK Wonreli. Acara ini melibatkan orang tua dan anak-anak dalam kegiatan yang menumbuhkan kreativitas dan kemandirian. Anak-anak bernyanyi, mendengarkan dongeng dari kakak Mais Dohoklory, dan menciptakan karya seni dari percampuran bahan pewarna, air, dan Sunlight yang menghasilkan gelembung warna menakjubkan. Mereka juga belajar membatik pada kain putih dengan mencelupkan kain ke dalam air berwarna. Melalui kegiatan ini, anak-anak dikenalkan pada konsep warna, proses berkarya, tekstur, dan fungsi air, serta belajar menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian, dan kemandirian.

Melalui berbagai kegiatan ini, Festival Pendidikan Kisar 2018 berhasil menjadi wadah yang berharga bagi para guru, orang tua, dan anak-anak untuk terus belajar, berbenah diri, dan bertumbuh secara maksimal, demi mewujudkan “Kisar Cerdas” dan “Maluku Cerdas.”

Similar Posts