Festival Pendidikan Kisar 2018 Menguatkan Peran Guru Orang Tua dan Anak (Part 2)
Puncak Festival Pendidikan Kisar 2018 ditandai dengan pelaksanaan Festival Seni pada Sabtu, 27 Oktober 2018, yang berlangsung di Aula SDK Wonreli. Sejak pagi, para orang tua dan guru dengan penuh kesadaran mengantarkan anak-anak mereka untuk mengikuti kegiatan ini. Kehadiran dan keterlibatan orang tua mencerminkan energi positif serta kepedulian terhadap pendidikan dan tumbuh kembang anak.
Dalam Festival Seni ini, anak-anak bernyanyi, mendengarkan dongeng dari Kakak Mais Dohoklory, serta belajar menciptakan karya seni dari percampuran bahan pewarna, air, dan sunlight. Seperti sulap, ketika sedotan ditiupkan ke dalam gelas berisi cairan berwarna, terbentuk gelembung yang kemudian menghasilkan perpaduan warna menakjubkan saat kertas ditempelkan di atasnya.
Anak-anak melakukannya dengan penuh antusias dan rasa ingin tahu. Sebagian melakukannya secara mandiri, sementara sebagian lain mendapat sedikit bantuan dari orang tua atau pendamping. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan membatik sederhana pada kain putih dengan cara mencelupkan kain ke dalam air berwarna. Aktivitas ini sederhana dan menyenangkan, namun sarat dengan manfaat pembelajaran.
Melalui proses ini, anak-anak dikenalkan pada konsep warna, proses berkarya, tekstur, dan fungsi air. Lebih dari itu, mereka belajar membangun rasa percaya diri, keberanian untuk mencoba hal baru, serta kemandirian.
Tidak pernah ada proses yang benar-benar sederhana ketika dijalani bersama anak-anak dengan kesungguhan. Sekecil apa pun kegiatan yang dilakukan, ketika dimaknai dengan baik, akan menjadi pengalaman belajar yang berharga. Festival Pendidikan Kisar 2018 menjadi ruang bertumbuh yang penting bagi anak-anak, guru, dan orang tua untuk terus belajar, berbenah, dan bergerak bersama menuju Kisar Cerdas dan Maluku Cerdas.
Dari Bumi Yotowawa,
Salam Kisar Cerdas.
Salam Maluku Cerdas.
