IMPACT STORY: Gotong Royong Mewujudkan Perpustakaan Ramah Anak di SD Negeri 298 Maluku Tengah
Oleh: Kosye Patty
Itawaka, Saparua Timur – 3 Oktober 2025
SD Negeri 298 Maluku Tengah adalah salah satu sekolah dasar di kecamatan Saparua Timur di negeri Itawaka. Akses untuk menuju ke sekolah menjadi tantangan tersendiri karena melewati jalan menanjak. Para guru, siswa bisa dengan jalan kaki, kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat ke sekolah. Hampir semua anak ke sekolah dengan jalan kaki karena rumah mereka dekat dengan sekolah. SD Negeri 298 Maluku Tengah juga bersebelahan dengan SD Negeri 221 Maluku Tengah. Pada tahun 2025 ini SD Negeri 298 Maluku Tengah terpilih untuk menerima program Perpustakaan Ramah Anak setelah melalui proses seleksi yang panjang dengan 17 sekolah dasar lainnya yang berada di Saparua dan Saparua Timur.
Selesai lolos tahap seleksi SD Negeri 298 Maluku Tengah melakukan penandatanganan MoU dengan 3 sekolah lainnya untuk mengesahkan kerja sama antara sekolah dengan Yayasan Heka Leka. Tugas sekolah selanjutnya adalah merenovasi perpustakaan sekolah yang terdapat beberapa kerusakan dan memperbaikinya serta mengubahnya menjadi Perpustakaan Ramah Anak, sehingga dapat digunakan dengan nyaman oleh anak-anak untuk berkegiatan di perpustakaan.
Sekolah tanpa masyarakat itu sangat sulit, sehingga SD Negeri 298 Maluku Tengah sebelum melakukan proses renovasi perpustakaan mereka mengadakan rapat dengan melibatkan pemerintah negeri Itawaka, komite dan orang tua murid dalam membahas terkait program dan manfaat yang didapatkan dari kegiatan workshop dan penandatanganan MoU. Pemerintah negeri Itawaka, komite serta orang tua murid menerima dan siap membantu sekolah dalam mendukung program yang ada dengan cara orang tua bersedia untuk datang membantu dalam proses renovasi. Sehari setelah mereka melakukan rapat, sekolah membeli alat dan bahan untuk renovasi perpustakaan. Para guru memberi tahu kepada anak-anak untuk ayah mereka bisa datang ke sekolah untuk melakukan pengecatan dengan undangan lisan, sedangkan untuk anak yang tidak mempunyai orang tua laki-laki ibu mereka bisa datang untuk memasak. Untuk siswa kelas 1 wali kelas menulis catatan pada kertas dan siswa memberikan kertas itu kepada orang tua mereka. Pada hari yang telah ditentukan semua orang tua hadir dalam pengerjaan yang memakan waktu hampir 1 bulan.

Hasilnya perbaikan sudah selesai dilakukan sedangkan untuk pengecatan bagian dalam ruangan serta mural sudah selesai, tinggal 5 % pada bagian depan dengan tulisan Perpustakaan Ramah Anak sehingga pekerjaan untuk renovasi selesai.
